terimakasih, nek!
Senangnya.. hari ini gak terlalu panas kaya biasanya, secara gitu yaa.. jam 2 siang di Bandung panas nya luar biasa. Berniat pergi ke kampus, ada rapat sama anak-anak BEM, saya pun pergi dari rumah sekitar jam 1 lebih, mampir dulu buat beli eksrim trus naik angkot gedebage di kliningan. Disana saya ketemu sama sepasang kekasih yang udah jadi nenek kakek. Hehe.. berhubung angkot nya ngetem lama gak ada dua, si nenek ngajak ngobrol (biasanya saya yang ngajak ngobrol duluan, hehe.. ) Percakapan dimulai dengan pertanyaan, “Neng, mau pergi kuliah ya?” saya jawab aja, ya masa ada yang tanya gak dijawab. Si nenek tanya dimana saya kuliah, dimana rumah saya, dan lain sebagainya. Lama-kelamaan, obrolan kita jadi panjang. Banyak hal yang kita diskusikan. Salah satunya adalah tentang kenaikan SPP mahasiswa baru Unpad 2008. Untung saja saya sempat baca koran PR yang memuat berita kenaikan SPP tersebut, jadi gak blank-blank amat.. hehe.
Ternyata, si nenek dan si kakek itu baru saja survey ke Unpad Dipatiukur, karena kebetulan cucu nya yang berdomisili Bekasi, berhasil masuk ke Fakultas Ekonomi Unpad. Saya tanya, masuk lewat jalur mana, SPMB atau SMUP. Si nenek bilang, cucu nya masuk lewat jalur SMUP yang dana sumbangannya sebesar 45 Juta rupiah untuk FE. Waw! Itu bukan uang yang sedikit bukan? Belum lagi, pembayaran nya yang tidak dapat dicicil. Itu akan sangat memberatkan orang tua calon mahasiswa. Saya tidak berbicara tentang orang-orang kalangan atas yang siap kapan saja mengeluarkan uang sebanyak itu, melainkan orang-orang kalangan menengah ke bawah seperti si nenek yang saya jumpai ini.
Orang tua mana sih yang tega liat anaknya gak nerusin sekolah gara-gara gak lolos SPMB? Semua orang ingin sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Begitu juga dengan orang tua dari cucu si nenek ini. mereka berjuang keras biar anaknya bisa sekolah, gak peduli berapapun nominal yang dibutuhkan dan saya rasa semua orang tua berpikiran seperti itu. Menurut pembicaraan kami, orang tua dari cucu si nenek ini meminjam uang ke bank untuk pembayaran dana sumbangan yang telah ditentukan. Ya karena itu tadi, jumlah uang tersebut harus masuk saat itu juga. Saya sangat menyayangkan hal ini, tiap tahun dana sumbangan jalur SMUP ini naik. Bukan hanya itu, SPP mahasiswa baru 2008 pun ikut naik yang asalnya 650.000 jadi 2 juta rupiah. Bagaimana nasib adik saya? bagaimana nasib adik-adik kelas saya nanti? Mungkin pada akhirnya, banyak dari mereka yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke universitas karena biaya masuk kuliah yang semakin melambung.
Hufh.. si nenek ternyata sangat aktif bertanya, hehe. Sampe-sampe eskrim sundae saya meleleh dan gak sempat saya lahap. Yang lebih parah lagi, saya turun di daerah metro yang harusnya turun daerah samsat. Udah kelewat jauh, hehe. Karena ga enak juga, motong pembicaraan di tengah-tengah. Tapi gak apa-apa.. toh saya senang bisa bertemu mereka dan berbincang-bincang dengan mereka. Percakapan berakhir, saya harus turun. Di akhir pembicaraan kita, si nenek sempat memberikan amanat untuk saya, yaa.. semacam wejangan gitu lah! Hehe. terimakasih banyak nek! Saya bakal inget terus kata-kata nenek! Hehe.. sekali lagi, terimakasih : )
Filed under: personal | Leave a Comment





No Responses Yet to “terimakasih, nek!”