diary and the lesson of life
Oneday, saya baca sebuah artikel di majalah Gogirl! Tentang diary. So inspiring.. saya jadi pengen nulis sedikit tentang per-diary-an. kebetulan, saya termasuk orang yang suka menuliskan apa yang saya rasakan di sebuah buku diary dan blog pribadi saya.
Sejak SD saya emang seneng banget nulis diary. Hampir setiap tahun ajaran baru, saya punya buku diary yang baru juga. Tapi sayang.. saya masih pasang surut dalam menulis. Hehe.. kalo ada kejadian penting aja baru saya nulis, kalo nggak ya nggak.
Diary or blog?
Kebiasaan itu masih saya lakukan sampe sekarang, meskipun masih mood-mood an. Kesini-kesini, saya kenal yang namanya weblog atau biasa disebut blog. Menarik memang, kita bisa nulis apapun disitu, bisa dibaca orang sekaligus dikomentarin. Tapi apa sama posting di blog sama nulis di diary? Tentu beda. nulis di buku diary tentu lebih privat, jujur, dan kita gak akan bisa jadi orang lain disitu. Kita bakal nulis apa adanya, soalnya kita mikir ga akan ada orang yang baca selain kita. Tanpa sensor dan tidak terdeteksi oleh mesin pencari Google atau apapun.
Buat ngebiasain nulis emang gak gampang, kadang kita punya gagasan tapi kita ga mood buat numpahin gagasan itu dalam sebuah tulisan. Kadang juga kita mood banget buat nulis tapi kita gak punya bahan buat ditulis. Ya! Saya sering banget merasakan itu. Hehe.. tapi di sebuah buku diary, kita gak usah pusing-pusing merangkai kata, toh gak akan ada yang nilai dan yang ngerti juga cuma kita.
Setelah kita nulis beberapa lembar atau sebulan saja kita nulis tentang hari-hari kita, kita bisa liat polanya dan itu membantu kita mengenal diri kita sendiri. Mengenal diri sendiri itu penting, ngaruh sama gimana cara kita bawa diri kita sendiri. Dengan pola itu, tentu kita bisa menyimpulkan sendiri, apa aja yang terjadi dalam hidup kita dan itu bisa jadi pelajaran penting dalam hidup kita.
Lesson of Life
Dengan pola yang bisa kita lihat di diary kita, tentu kita bisa menyimpulkan sendiri, apa aja yang terjadi dalam hidup kita. Ada yang bilang kalo hidup itu penuh dengan pelajaran, setiap kesalahan atau masalah pasti berbuah sebuah pelajaran penting. Kita bisa belajar dari kejadian-kejadian yang pernah kita lewatin. Jadi, nulis diary bukan cuma sekedar nulis, kita bisa belajar tentang hidup dari tulisan-tulisan kita sendiri.
Diary is used to record life’s events. Jot your important moment’s details and record your memoirs. See and learn about yourself.
Tulis semua yang ada di pikiran kamu. Apa yang kamu lihat, dengar, dan rasakan. Kejadian sehari-hari, yakin kalo setiap hari dalam hidup kita itu punya cerita sendiri-sendiri. Dengan menulis diary, kita jadi tahu perbuahan dalam diri kita, hal yang terjadi dalam hidup kita day by day. Banyak hal kecil yang sebenernya penting buat diingat. Kita jadi tahu kapan kita seneng dan kapan kita sedih. Itu bikin kita mikir kalo hidup emang seperti itu, so raise and falls. Ada sebuah quotes yang nempel banget di kepala saya sampe sekarang.
“Life’s like piano, the white keys represent happiness, the black show sadness. But as you through life’s journey remember that the black keys make music too”
*someone sending me this, when I felt sad. Thanks
quotes nya simple banget. Kita hidup di dunia ga akan seneng terus, ga akan sedih terus. Saya selalu inget quotes itu dan itu cukup ngebantu saya buat bangun dan ga larut dalam kesedihan. Semua orang di dunia ini punya ‘white and black’ stories dan itu harus bener-bener kita syukurin.
pesen saya cuma satu.. dokumentasikan hidup kamu, karena setiap hari dalam hidup kamu adalah pelajaran agar kita bisa jadi manusia yang lebih baik di setiap harinya.
Filed under: general | 3 Comments





…..
“Life’s like piano, the white keys represent happiness, the black show sadness. But as you through life’s journey remember that the black keys make music too”
bagus yanh quotes nya ? =)
bagus bangett!
thanks